SEKALOKA Tandai Langkah Perdana Lewat EP “Tetap Bersuara” dengan Eksplorasi Musik Lintas Genre
Jakarta – Grup musik asal Bekasi, SEKALOKA, resmi memperkenalkan karya perdana mereka di industri musik Indonesia melalui perilisan EP berjudul Tetap Bersuara. Bernaung di bawah label G3 Records, EP ini menjadi penanda awal perjalanan trio tersebut dengan tawaran musikal yang berani keluar dari batasan genre konvensional.
SEKALOKA digawangi oleh Bill Imanuel sebagai vokalis, Isandya Meidi pada keyboard, serta Denny Ferdinand di posisi gitar. Ketiganya meramu identitas musik yang kuat dengan mengombinasikan berbagai elemen, mulai dari Alternatif Rock, Pop, hingga Indie Rock, yang kemudian diperkaya sentuhan elektronik. Racikan lintas genre ini menghadirkan warna segar di tengah dinamika industri musik nasional.
Berangkat dari kesamaan pandangan untuk menghadirkan karya yang jujur dan dekat dengan realitas, SEKALOKA mengedepankan karakter vokal khas Bill Imanuel, lapisan atmosferik dari permainan keyboard Isandya Meidi, serta harmonisasi riff dan melodi gitar Denny Ferdinand. Nama SEKALOKA dimaknai lebih dari sekadar identitas band, melainkan cerminan cara mereka memandang musik sebagai ruang ekspresi dan refleksi kehidupan.
“SEKALOKA adalah ruang untuk membersihkan rasa, tempat bertukar cerita, dan wadah bagi suara-suara. Sekecil apa pun, semuanya tetap memiliki makna,” ungkap Denny Ferdinand.
Melalui EP Tetap Bersuara, SEKALOKA menunjukkan keberanian untuk bereksplorasi secara bebas. Lima lagu yang disajikan tidak dibatasi oleh satu gaya tertentu, melainkan hadir dengan karakter dan nuansa masing-masing. Pemilihan judul Tetap Bersuara menjadi simbol ajakan agar setiap orang terus berani menyuarakan diri, meski berada dalam kondisi paling menantang.
“Kami ingin setiap lagu berdiri dengan jiwanya sendiri tanpa terikat genre tertentu. Tetap Bersuara adalah wujud kebebasan kami dalam berkarya,” ujar Isandya Meidi.
Kelima lagu dalam EP ini membawa pendengar menjelajahi spektrum emosi yang beragam. “Sendiri Tanpamu” membuka perjalanan dengan tema kemandirian emosional, memandang perpisahan sebagai proses, bukan akhir. Lagu “Tak Didengar” menyoroti rasa keterasingan dan upaya menyampaikan suara yang kerap terabaikan. Sementara itu, “Selalu Mengingatmu” mengajak pendengar menyelami ruang rindu yang mendalam.
Sentuhan nostalgia terasa dalam “Memori Indah”, yang mengangkat kenangan masa lalu sebagai bagian abadi dari perjalanan hidup. EP ini ditutup lewat “Hidup di Antara Kematian”, lagu dengan narasi kuat tentang perjuangan untuk tetap bertahan di tengah keputusasaan.
“Melalui lima lagu di EP Tetap Bersuara, kami ingin mengajak pendengar merasakan energi dan cerita yang tersaji di setiap karya,” tutur Bill Imanuel.

